MU Bersedia Bertanggung Jawab Akan Resiko Besar Jika Mendatangkan Gareth Bale, Kira-kira Apa Resikonya

MU Bersedia Bertanggung Jawab Akan Resiko Besar Jika Mendatangkan Gareth Bale, Kira-kira Apa Resikonya?

Rene Meulensteen menyambut positif berita yang sedang dibicarakan banyak orang dan banyak agen poker online tentang kedekatan Manchester United dengan pemain Real Madrid, Gareth Bale. Namun, mantan staf pelatih klub berjuluk The Red Devils tersebut nyatanya bersedia tanggung jawab karena melihat adanya resiko besar yang harus diselesaikan danĀ  jika Bale benar didatangkan. Kami akan membahas soal ini.

Berita yang sedang beredar cukup heboh yakni mengenai kepergian Bale dari Santiago Bernabeu sedang gencar diberitakan belakangan ini. Terlebih setelah pemain asal Wales berusia 29 tahun tersebut tidak berhasil diturunkan oleh sang pelatih, Zinedine Zidane, dalam tiga laga terakhir di La Liga.

Tidak terlepas dari itu, dibalik semua itu ada banyak harapan yang diprioritaskan di pundak pemain berumur 29 tahun tersebut. Publik beranggapan bahwa Bale adalah sosok yang tepat untuk mengisi kekosongan lini serang Real Madrid pasca ditinggal Cristiano Ronaldo baru saja pada 2018 tahun lalu.

Anggapan itu cukup beralasan, terlebih jika melihat sejarah catatan yang di peroleh 21 golnya di semua kompetisi pada musim lalu. Padahal pada saat itu, karena Zinedine Zidane juga Bale lebih banyak diturunkan sebagai pemain pengganti.

Namun sangat di sayangkan, ia gagal memberikan kepercayaan tersebut. Setelah Ronaldo pergi, Bale justru sangat menurun kualitasnya dan hanya mampu mengoleksi 14 gol dari 42 penampilan. Untuk itu sampai akhirnya Zidane membuat catatan baru untuk pemain lain dengan tujuan mengisi posisinya di sektor depan.

Mempunyai Tanggung Jawab Besar

Dan nanti pada musim panas ini, Bale terus diberitakan akan dikeluarkan dari Real Madrid. Dan Manchester United diberitakan akan bertanggung jawab untuk membawanya dari Santiago Bernabeu namun masih dengan status pinjaman.

Dan kabarnya berita tersebut mendapatkan respon positif dari Meulensteen, yang pernah menjadi bagian Manchester United mulai dari tahun 2007 hingga 2013. Meskipun demikian, pasti hal tersebut tidak luput dari resiko dan tanggung jawab besar yang harus diselesaikan dari mantan klubnya itu jika memilih untuk mempertaruhkan sejumlah uang dengan Bale.

“Anda berbicara soal pemain dengan profil besar, tapi apakah Gareth Bale masih dalam kondisi terbaiknya? tutur Meulensteen kepada talkSPORT. “Kami semua tahu dia punya masalah dengan cedera, jadi kepindahan seperti ini selalu ada resikonya,” sambungnya.

Bisa Jadi Aset Terbaik

Tapi Meulensteen mempunyai kepercaya bahwa Bale, dalam kondisi terbaiknya, bisa menjadi pemain dengan peran yang penting dan juga sekaligus menjadi aset penting bagi Manchester United. Kecepatan, tenaga, serta beberapa kemampuan uniknya yang dinilai bisa memberikan bantuan besar kepada skuat asuhan Ole Gunnar Solskjaer tersebut. Dan dengan adanya Bale bisa tertolong.

“Di sisi lain, Gareth Bale dalam kondisi terbaiknya adalah aset yang sangat bagus untuk Manchester United,” tambahnya.

“Dia memberikan kekuatan, kecepatan dan bisa menciptakan serta mencetak gol. Sedikit sulit untuk menentukan di mana Bale pada saat ini,” tandasnya. Pada dasarnya perjalanan Manchester United sendiri di bursa transfer ini telah dimulai. Di beberapa kesempatan waktu lalu, klub raksasa Inggris itu mengumumkan pada khalayak ramai bahwa ada nama Daniel James sebagai rekrutan pertamanya.

Jadi Bintang di Liverpool, Namun Alisson Belum Tentu Terpilih Jadi Kiper Utama Di Brasil

Jadi Bintang di Liverpool, Namun Alisson Belum Tentu Terpilih Jadi Kiper Utama Di Brasil

Pelatih kiper timnas Brasil, Claudio Taffarel akhirnya memberikan sedikit petunjuk soal kiper utama Brasil di Copa America mendatang. Dia mengakui Brasil punya dua opsi pemain hebat yaitu nama Alisson Becker dan Ederson Moraes, namun mereka harus memilih satu yang terbaik di antara yang hebat tidak bisa di pilih dua-duanya.

Persaingan Alisson dan Ederson menjadi sorotan yang sedang ramai di bicarakan di Premier League musim ini. Keduanya berperan penting bagi tim mereka masing-masing. Alisson membantu mendongkrak kualitas pertahanan Liverpool, sedangkan Ederson tetap menunjukkan dengan tampil sama baiknya bersama Manchester City.

Persaingan itu ternyata berlanjut sampai ke timnas Brasil. Pada Piala Dunia 2018 lalu, Alisson yang terpilih jadi kiper nomor satu. Namun, Taffarel tidak menjamin posisi itu aman. Hal yang bisa saja terjadi Ederson bisa menggusur Alisson.

“Mereka berdua bermain di liga yang sama. Kedua tim [Liverpool dan Manchester City] berada di level yang sam. Alisson punya sejarah sebagai kiper utama tim nasional untuk waktu yang lama,” ujar Taffarel kepada Sky Sports.

“Mungkin hal itu bisa menjadi pertimbangan tetapi tidak akan jadi penentu. Saya melihat perkembangan besar Ederson bersama tim nasional.”

Baik Alisson maupun Ederson sama-sama tipe kiper modern dengan kemampuan yang mereka punya. Mereka tidak sekadar menjaga gawang, tetapi juga terlibat dalam permainan. Ederson sudah membuat bukti saat memainkan peran itu dengan sangat baik di Man City.

Kemampuannya saat menggiring bola mereka di akui bagus dan mempunyai kelincahan yang di akui, dan juga berani memainkan umpan-umpan pendek. Keputusan apa pun yang diambil Brasil nantinya, keduanya dapat di pastikan memberikan kemampuan terbaik mereka.

Sementara itu, Alisson sedikit unggul karena bakal bermain di final Liga Champions, pada hari minggu tanggal 2 juni 2019 tepatnya besok dini hari WIB yang akan datang.

Final Menarik Dan Menantang

Taffarel mengaku seluruh personil timnas Brasil sudah menantikan aksi Alisson di final Liga Champions mendatang. Alisson diharapkan bisa mengambil peran penting pada laga yang akan datang yaitu tim Tottenham vs Liverpool yang diyakini bakal berjalan ketat.

“Kami semua di sini bakal menonton dan berharap dia [Alisson] menjalani pertandingan yang bagus, penyelamatan bagus, bahwa dia bisa membantu timnya,” lanjut Taffarel.

“Itu bakal jadi final yang menarik, kedua tim layak berada di sana. Tottenham merupakan tim yang tidak pernah menyerah. Saya kira final Liga Champions bakal jadi ajang yang hebat dan seru, saya akan sangat grogi untuk Alisson,” pungkasnya.

Setelah final Liga Champions Tottenham vs Liverpool itu, Alisson dipastikan akan pulang ke tempat asalnya yaitu Brasil untuk membantu negaranya di Copa America. Brasil sebagai tuan rumah bakal membuka ajang dengan laga melawan Bolivia pada 15 Juni yang akan datang nanti.

Sumber : Agen Bola Terpercaya di Indonesia bet789inc.com

Setelah Arsenal Gagal Jadi Juara Liga Europa, Unai Emery Menyesali Awal Gol Pertama Yang Diperoleh Chelsea

Setelah Arsenal Gagal Jadi Juara Liga Europa, Unai Emery Menyesali Awal Gol Pertama Yang Diperoleh Chelsea

Unai Emery tidak bisa menutupi kenyataan setelah Arsenal mendapat tonjokkan saat di liga europa melawan Chelsea baru-baru ini dengan perolehan skor 1-4 yang dilaksanakan pada hari kamis tanggal 30 mei 2019 WIB. Pada laga yang digelar di Baku Olympic Stadium, Azerbaijan tersebut, The Gunners tak berdaya saat menghadapi gebrakan serangan The Blues di awal babak kedua.

Pertandingan sempat terkunci dengan perolehan yang seimbang pada babak pertama. Kedua tim bermain hati-hati dan waspada untuk tidak lengah dalam membongkar pertahanan lawan. Walaupun berbagai cara sudah dilakukan, laga berubah sangat cepat di babak kedua, Chelsea menggebrak di awal laga dan mencetak empat gol.

Kekalahannya pada lag ini merupakan pukulan besar bagi Arsenal. Liga Europa merupakan satu-satunya opsi tersisa untuk kembali ke Liga Champions pada musim depan, dan mereka gagal mewujudkannya. Artinya, The Gunners harus puas dengan Liga Europa musim mendatang.

Emery angkat bicara dan mengakui bahwa pertandingan itu sulit, dan Emery tetap sportif diapun tidak segan memberikan ucapan selamat pada Chelsea.

Gol Kedua

Menurut Emery, pertandingan berubah ketika Chelsea mencetak dua gol pada waktu ke 15 menit setelah babak kedua dimulai. Olivier Giroud membuka keunggulan di menit ke-49, tidak mau kalah dengan pemain usia 31 tahun yaitu Pedro Rodriguez dengan menggandakannya di menit ke-60. Setelah dua perolehan gol itu, permainan Arsenal langsung down dan sudah tidak ada harapan.

“Pertama-tama, selamat untuk Chelsea. Di babak pertama, saya kira kami bermain dengan tantangan yang bagus untuk mendapatkan hasil positif. Gol pertama mengubah segalanya, dan kami berusaha tetap bertahan dalam pertandingan serta mencari gol,” buka Emery di laman resmi UEFA.

“Gol kedua sulit bagi kami. Segala hal berjalan lebih baik untuk mereka di babak kedua dan kami ingin melakukan sesuatu tetapi kami gagal mencetak gol.”

Layak Menang

Emery tahu dia tidak bisa mengubah hasil akhir, tetapi dia tetap menghargai usaha pemain Arsenal karena telah memberikan yang terbaik. Mereka tampil sempurna sampai gol pertama Chelsea yang mengecokkan konsentrasi dan ketenangan para pemain.

“Hasil akhirnya demikian. Mungkin kami layak mendapatkan yang lebih baik dalam pertandingan tetapi kami gagal mendapatkannya,” tutupnya.

Bagaimanapun, musim ini adalah musim pertama Emery. Walaupun ia belum bisa dikatakan sukses, namun ia sudah mampu membawa Arsenal mencapai final Liga Europa. Namun saja memang perkembangan Arsenal membawa hasil, hanya sedikit lambat.

Setelah laga Chelsea vs Arsenal kemarin, tugas besar sudah menanti Emery musim depan. Dia wajib memenuhi dan mengejar target utama klub yaitu untuk kembali ke Liga Champions. Bursa transfer kali ini akan sangat menentukan bagaimana kerja keras Emery. Hal ini juga akan membuat para pemain judi online lebih tertantang dengan adanya banyak perubahan di bursa transfer.

Pelatih Baru Juventus, Pjanic Adalah Pemain Yang Hebat!

Pelatih Baru Juventus, Pjanic Adalah Pemain Yang Hebat!

Gelandang Juventus, Miralem Pjanic, angkat suara pada khalayak ramai soal terkait sejumlah nama yang disebut akan jadi pelatih baru timnya. Pemain berusia 29 tahun ini punya percaya diri yang tinggi ia yakin bahwa Juventus pasti akan menunjuk dan memasukkan list nama pelatih yang hebat.

Juventus saat ini masih belum punya pelatih tetap. Kondisi ini terjadi setelah Si Nyonya Tua saat mengakhiri kerja sama dengan Massimiliano Allegri yang sebelumnya bertahan dan bisa berjalan selama lima tahun lamanya.

Dan kami akan menjelaskan beberapa nama dimana nama-nama ini akan menjadi pelatih baru Juventus. Namun, sekarang sudah muncul dan keluar pada satu nama yakni Maurizio Sarri. Walaupun sejauh ini belum ada pengumuman resmi dari kedua belah pihak.

Miralem Pjanic tidak merasakan perasaan yang khawatir dengan siapa yang akan menjadi pelatih baru Juventus. Karena, Pjanic mempunyai keyakinan bahwa klub akan menunjuk seorang manajer yang hebat dan tidak main-main dalam melatih.

“Kami sama sekali tidak khawatir, Juventus akan kuat seperti biasa. Saya ulangi, saya tidak merasa khawatir dengan Juventus. Mereka akan segera mengumumkan pelatih baru dalam waktu dekat,” ucap Miralem Pjanic dikutip dari Goal International.

“Seperti yang dikatakan oleh semua orang, pelatih baru kami sudah pasti adalah orang yang hebat. Itu sudah pasti,” tegas pemain berusia 29 tahun tersebut.

Kapan Umumkan Maurizio Sarri?

Nama Maurizio Sarri muncul dan di sebut akan jadi pelatih baru Juventus pada tahun 2019/2020. Juventus dikabarkan sudah cukup lama mempunyai keterikatan diam-diam dengan pelatih yang masih punya kontrak dengan Chelsea tersebut.

Presiden Juventus, Andrea Agnelli, bahkan harus turun tangan secara langsung untuk menyelesaikan segera negosiasi dengan Maurizio Sarri. Hasilnya sampai saat inipun positif. Dan Sarri pun di kabarkan sudah menerima tawaran yang diajukan oleh pihak Juventus.

Namun yang masih menjadi masalahnya,  dan ini harus di selesaikan Sarri kasih masih punya dan terikat dengan kontrak klub Chelsea sampai tahun 2021 yang akan datang. Tanggapan The Blues sendiri tidak merasa keberatan untuk melepas Sarri, namun adanya permintaan mereka ingin lebih dulu mendapatkan manajer baru sebelum melepas Sarri.

Beberapa waktu lalu sempat di kabarkan bahwa Juventus sudah menyampaikan pada khalayak umum tentang Maurizio Sarri sebagai pelatih baru pada hari Senin tanggal 10 mei 2019 kemarin. Namun, sampai saat ini belum ada lagi pengumuman apa pun dari pihak klub asal Turin bagaimana kelanjutannya, kita tunggu saja ya.

Akibat Yang Dilakukan Sarri, Chelsea Ragu Memperhatikan Mateo Kovacic Lagi

Akibat Yang Dilakukan Sarri, Chelsea Ragu Memperhatikan Mateo Kovacic Lagi

Chelsea mulai bersiap untuk merubah rencana transfer mereka apabila Maurizio Sarri benar-benar sudah fix meninggalkan ke Juventus. The Blues tahu bahwa mereka harus menentukan pelatih anyar terlebih dahulu sebelum mengantar pulang pemain pinjamannya yaitu Mateo Kovacic.

Juve mengatakan ia akan mengumumkan Sarri sebagai pelatih anyar mereka dalam beberapa hari ke depan. Chelsea pun  tidak merasa keberatan jika harus berpisah dengan Sarri meski dia telah berjuang untuk mempersembahkan trofi Liga Europa dan finis di peringkat ketiga Premier League. Namun ini tidak membuat Chelsea harus bersedih hati karena kehilangan Sarri.

Seperti yang di lihat sekarang ini Chelsea sedang mengalami masa cukup sulit. Masalah yang pertama, yaitu mereka sedang berusaha mengajukan banding atas hukuman larangan transfer. Yang kedua, mereka sudah mengalami kehilangan Eden Hazard. Dan ketiga, posisi pelatih masih belum pasti.

Kutipan dari Metro, saat ini Chelsea harus sudah mulai membuat keputusan dengan cepat dan besar karena dengan adanya keputusan ini bisa memengaruhi dan memecahkan tiga persoalan tersebut. Masa depan Sarri yang paling penting dan benar-benar difikirkan, karena pelatih mulai akan menentukan segalanya dalam tim.

Sebelumnya, jika dulu Sarri memutuskan untuk bertahan, maka Chelsea siap mendukung rencananya dengan mempertahankan Kovacic. Chelsea percaya hukuman larangan transfer itu tidak berlaku pada pemain yang sudah dipinjam seperti kasus yang sama di alami oleh Kovacic.

Namun, sekarang situasinya suda berbeda akibat kepergian Sarri yang tidak bisa dirayu lagi, dan akhirnya pimpinan Chelsea berfikir ulang dan mengubah keputusan mereka. Dan kabarnya yang beredar, Chelsea masih mengalami keraguan untuk mempertahankan Kovacic karena cemas kemampuannya sebagai pelatih nanti tidak cocok dengannya, dan ini menjadi keputusan yang belum pasti.

Alhasil, nasib Kovacic untuk sementara digantung dan belum pasti sampai Chelsea menunjuk dan memberikan opsi untuk yang lain sebagai pengganti Sarri.

Peran Kovacic

Kovacic merupakan salah satu pemain penting dalam skema permainan Sarri. Walaupun di lihat belum mempersembahkan gol dan hanya menciptakan dua assists saja, namun di sisi lain Kovacic termasuk salah satu pemain yang paling memahami taktik Sarriball, yang belum tentu pemain lain kuasai.

Namun sangat di sayangnya, Chelsea tidak menuliskan klausul pembelian ketika meminjam Kovacic dari Real Madrid. Dan saat sudah lebih duluLos Blancos memasang harga 50 juta poundsterling untuk Kovacic, dan ada juga Inter Milan merupakan salah satu klub yang berminat untuk membawa Kovacic.

Dan ini merupakan salah satu sebabnya karena harga jual itulah yang membuat Chelsea keberatan. Chelsea klub yang tidak mau mengambil risiko menerima pemain yang mungkin tidak akan cocok dengan gaya bermain pelatih baru nanti. Tapi sebenarnya jika tidak di coba kapan mau mengetahuinya mungkin saja akan jauh lebih baik. Namun ternyata hal yang tidak disangka, Chelsea lebih senang memaksimalkan dan fokus dengan pilihan beberapa opsi yang tersedia di lini tengah. Contohnya seperti mengembangkan kemampuan Mason Mount dan beberapa pemain muda lainnya yang memang masih bisa di asa jadi lebih baik lagi untuk kemajuan klub.

Sudah Sah Antonio Conte Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Inter Milan

Sudah Sah Antonio Conte Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Inter Milan

Berita yang beredar soal pelatih anyar Inter Milan akhirnya sudah terjawab di khalayak umum. Setelah sudah mengakhiri dengan memecat Luciano Spalletti pada hari kamis tanggal 30 mei 2019 WIB kemarin, kini Inter menunjuk Antonio Conte sebagai pelatih baru mereka. Pengumuman ini menjawab rumor yang beredar beberapa pekan terakhir.

Posisi Spalletti sudah tidak aman sejak pertengahan musim ini. Dia sempat meningkatkan performa kekuatan Inter di awal musim, namun sangat di sayangkan merosotnya performa ketika musim berjalan sudah setengah, dan akhirnya sampai membuatnya memburuk yang terjadi di akhir musim ini.

Spalletti sebenarnya telah berhasil membawa Inter mengamankan satu spot di Liga Champions musim depan. Namun, Inter tampaknya sudah tidak bisa memberikan kepercayaannya pada mantan pelatih AS Roma itu.

Rumor Conte sebagai pengganti sudah tersebar luas beberapa bulan terakhir, dan semakin kuat beritanya sepekan ini. Tidak ada asap jika tidak ada api, rumor yang dikabarkan itu ternyata terbukti. Melalui akun media sosial resmi @Inter_en, Conte diumumkan sebagai bos baru Nerazzurri.

Conte dikenal dengan gaya sepak bola khas Italia. Dia gemar memainkan formasi tiga bek dengan pemain sayap yang bisa bergerak cepat saat menyerang dan bertahan. Dan ini salah satu gaya yang tidak banyak pemain lain bisa tiru.

Walaupun seperti itu, setelah menganggur selama satu tahun, bukan tidak mungkin Conte telah menganalisis ide-ide gaya sepak bola lainnya. Bagaimanapun, Conte punya hubungan baik dengan trofi. Dan Inter siap dan yakin akan menjadi juara.

Lalu bagaimana perubahan Inter setelah di tangan Conte nanti?

Syarat Yang Harus Dipenuhi Conte

Beberapa pekan lalu, Conte disebut telah mengajukan beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum menerima tawaran Inter. Dia minta dibelikan beberapa pemain, dua pilihan yang masuk antaranya Romelu Lukaku dan Victor Moses.

Dapat berita dan dikabarkan, Conte menyukai gaya bermain Moses karena pernah mengatasinya di Chelsea. Salah satu perubahan Moses di era Conte adalah bagaimana permainnya sebagai penyerang sayap yang berubah jadi wingback sesuai perintah Conte dan ia sanggup memenuhi perintahnya.

Perubahan membuat kaget karena dengan cepatnya bisa di ikuti. Moses jadi salah satu pemain terbaik Chelsea ketika mereka menjuarai Premier League di tahun 2017. Sebab itu, Conte terteantang dan tertarik untuk bekerja sama dengan Moses lagi di Inter Milan.

Tak hanya Moses, Romelu Lukaku dengan usianya 26 tahun ini juga menjadi target utama. Sebelumnya, Conte dikabarkan sudah pernah mengincar Lukaku ketika masih menangani Chelsea. Dia bahkan pernah bertarung dengan The Blues karena gagal mendapatkan Lukaku dari Everton, dan akhirnya sang pemain Lukaku justru memilih Manchester United.

Rumor tersebut semakin panas karena di barengin dengan komentar Lukaku beberapa bulan lalu. Dia mengaku selalu bermimpi dan mempunyai keinginan untuk bermain di Serie A suatu saat nanti. Salah satu liga terbaik yang dikaguminya dan banyak pemain juga mau ikut mengambil peran didalam liga tersebut.

Persetujuan Kepergian Hazard, Kapten Chelsea Cesar Azpilicueta Terharu Mengetahuinya

Persetujuan Kepergian Hazard, Kapten Chelsea Cesar Azpilicueta Terharu Mengetahuinya

Kapten Chelsea, Cesar Azpilicueta mengkonfirmasi persetujuan bahwa Eden Hazard akan hengkang pada bursa transfer musim panas nanti. Pemain asal Spanyol dengan usianya 29 tahun itupun mengaku sedih dan terharu harus mengetahuinya dimana ia harus kehilangan salah satu rekan terbaiknya.

Hazard menjadi bintang dalam kesuksesan Chelsea meraih gelar Liga Europa musim ini. Pemain asal Belgia berusia 28 tahun tersebut berhasil membuat sejarah dengan mengantongi dua gol yang membuat The Blues berhasil mengalahkan Arsenal baru saja dengan skor menyakitkan 4-1.

Trofi Liga Europa pun seolah menjadi kado manis dari Hazard sebelum pergi. Diyakini bahwa pemain yang direkrut dari Lille pada tahun 2012 silam tersebut dan diberitakan akan bergabung dengan salah satu klub Spanyol yaitu Real Madrid.

Harapan Untuk Hazard

Persetujuan Kepergian Hazard, Kapten Chelsea Cesar Azpilicueta Terharu Mengetahuinya

Cesar Azpilicueta membenarkan bahwa Eden Hazard bakalan meninggalkan Chelsea pada musim panas nanti. Ia mengaku sedih karena Hazard adalah salah satu rekan terbaiknya selama berkarir di Stamford Bridge dengan performa kemampuannya yang sudah di buktikan sampai terakhir berhasil membawa trofi juara liga europa.

“Ini adalah kehilangan yang besar bagi kami, sebagai seorang pemain juga sebagai pribadi yang baik,” tutur Azpilicueta kepada beIN Sports.

“Kami tiba di sini bersama-sama tujuh tahun lalu, memenangkan enam trofi, untuk saya rasanya dia selalu luar biasa baik di dalam ataupun luar lapangan. Saya hanya bisa mengharapkan yang terbaik, karena dia adalah teman baik saya,” lanjutnya.

Hazard Tidak Egois

Ada banyak sisi kepribadian Hazard yang akan dirindukan oleh Azpilicueta, mulai dari keinginannya untuk tampil apik di lapangan serta perilakunya yang rendah hati. Katanya, semua orang yang ada di Chelsea mencintai Hazard dan berharap Hazard tetap di Chelsea.

“Dia tidak egois – berkali-kali saya dengar dalam rumor soal dirinya akan pergi. Di situasi lain, mungkin pemain lain akan memaksakan kepergiannya, tapi dia tidak melakukan itu,” tambahnya.

“Saya hanya bisa mengharapkan yang terbaik untuknya, dan kami semua akan merindukannya,” tandasnya. Hazard telah berulang kali di beritakan dengan berita yang panas dimana ia akan bergabung dengan Real Madrid, namun belum ada pernyataan resmi dari kedua klub soal ini. Terakhir, The Sun melaporkan bahwa Chelsea dan Los Merengues telah mencapai kesepakatan di nilai transfer sebesar 115 juta pounds untuk Hazard. Kita tunggu saja kabar resminya ya.

Chelsea Berhasil Membawa Pulang Trofi Kejuaraan, Semua Para Pemain Dukung Sarri Bertahan

Chelsea Berhasil Membawa Pulang Trofi Kejuaraan, Semua Para Pemain Dukung Sarri Bertahan

Dukungan penuh yang di berikan para pemain Chelsea untuk sang pelatih berusia 60 tahun ini, Maurizio Sarri, yang belakangan ini dicap kabar yang tidak enak soal pemecatan. dan sementara itu tiga pemain Jorginho, Emerson Palmieri, dan Pedro yang juga berharap pria asal Italia tersebut bertahan di Stamford Bridge musim depan.

Sarri berhasil mengakhiri musim debutnya bersama Chelsea dengan trofi di genggamannya. Pada hari Kamis tanggal 30 mei 2019 dini hari tadi, ia sukses mengantar The Blues menjadi juara Liga Europa dengan berhasil mengalahkan Arsenal dan memperoleh skor yang di banggakan yaitu 4-1.

Trofi tersebut menjadi pelengkap kesuksesan Sarri di Chelsea musim ini. Seperti yang diketahui, ia berhasil membawa The Blues menjadi runner-up di Carabao Cup dan mempersembahkan kartu atas partisipasi di Liga Champions musim depan.

Emerson Berharap Sarri Bertahan

Beberapa laporan mengungkapkan pada waktu lalu bahwa Sarri akan tetap dipecat meski berhasil meraih gelar Liga Europa. Penyebabnya menurut sumper terpercaya adalah para penggemar yang tidak senang dengan taktik ‘Sarriball’ miliknya.

Rumor tersebut tidak luput dan telah berkembang sejak awal tahun 2019 lalu, di mana Chelsea menelan serangkaian torehan buruk dalam ajang Premier League. Amarah suporter paling besar terlihat kala The Blues dibantai dengan Manchester City dengan perolehan skor 0-6.

Di tengah-tengah rumor itu, sejumlah pemain menyatakan dukungan yang penuh agar Sarri tidak dipecat. Pertama dari sang bek, Emerson Palmieri, yang diberi kesempatan untuk bermain penuh pada pertandingan kontra Arsenal.

“Anda lihat hasilnya, kan? Anda lihat apa yang kami raih musim ini? Ini tidak mudah, tapi kami berhasil finis di peringkat tiga, mencapai final Carabao Cup, dan memenangkan Liga Europa. Apa lagi yang anda inginkan?” tutur Palmieri kepada Sky Sports.

Dukungan Jorginho Dan Pedro

Dukungan untuk Sarri pun juga datang dari salah satu pemain pencetak gol kemenangan Chelsea atas Arsenal, Pedro Rodriguez. Ia mengaku senang dan juga bangga karena Sarri berhasil mendapatkan trofi pertama di dalam karirnya dan berharap melihatnya lagi di kursi kepelatihan Chelsea musim depan.

“Saya harap dia terus melanjutkan karirnya bersama Chelsea, dia adalah pelatih yang hebat. Saya merasa senang, sebab ini adalah gelar pertama dalam karirnya,” ujar Pedro juga kepada Sky Sports.

Sementara itu ada Jorginho, pemain yang diboyong dari Napoli bersamaan dengan Sarri pada musim panas lalu, ia juga menjadi salah satu yang memberikan pembelaan atas kritikan yang menyerang pelatihnya itu. Katanya, The Blues berhasil melalui musim dengan baik berkat Sarri dan ini sudah di buktikan dengan kerjasama tim yang sangat baik.

“Terlepas dari kritikan, saya pikir kami menjalani musim yang baik. Kami finis di peringkat tiga Premier League, mencapai final Carabao Cup walaupun pada akhirnya gagal memenangkannya, dan meraih trofi ini,” ucap dan tutup Jorginho.

Berhasil Tendang Bola Ke Jaring Gawang Arsenal, Ini Ungkapan Perasaan Giroud Sang Mantan

Berhasil Tendang Bola Ke Jaring Gawang Arsenal, Ini Ungkapan Perasaan Giroud Sang Mantan

Olivier Giroud tidak bisa menahan diri atas prestasinya menjebol ke jaring gawang dan mengadakan acara untuk merayakan keberhasilannya golnya ke gawang Arsenal pada final Liga Europa 2018/19, yang di adakan pada hari kamis tanggal 30 mei 2019 dini hari WIB. Giroud membuka keberhasilan gol Chelsea pada kemenangan dengan perolehan skor 4-1 dan sukses membantu timnya meraih trofi yang menjadi hidangan manis penutup musim ini.

Sebagai mantan pemain Arsenal dengan usianya 32 tahun, Giroud ternyata tidak segan merayakan golnya. Gol Giroud tiba di momen krusial, gol pertama yang mengubah jalannya pertandingan. Kala itu, di awal babak kedua, Giroud berhasil mencetak gol dengan sundulan apik yang mengejutkan Petr Cech.

Gol itu menjadikan tonjokan besar untuk Arsenal. Laga terkunci pada posisi sama kuat sepanjang babak pertama, dan gol Giroud mengubah keseimbangan itu. Permainan Asenal lantas kacau dan menjadi khawatir, sementara itu Chelsea berhasil memanfaatkannya dengan baik.

Giroud mengaku berutang pada Arsenal, tetapi trofi itu adalah perkara berbeda. Bagaimana perasaan Giroud saat mencetak gol ke gawang mantan itu? Simak berikut ini.

Berutang Pada Arsenal

Dengan rasa bangga dan ia tunjukkan pada tim mantannya bahwa dia bermain untuk Chelsea dan wajib memberikan yang terbaik. Iapun mulai mampu menunjukkan itu.

“Klub ini [Arsenal] telah memberikan kesempatan pada saya untuk mewujudkan mimpi saya bermain di Premier League. Saya berutang banyak hal pada mereka tetapi saya sangat ingin menjuarai trofi ini bersama Chelsea. Saya true blue,” tegas Giroud di laman resmi UEFA.

“Babak pertama berjalan menarik tetapi tidak ada gol yang tercipta. Final ini berjalan bagus dan kami tampil lebih baik, lebih efisien di babak kedua.”

Sangat Bangga Untuk Menunjukkannya

Lebih lanjut, Giroud mengaku sangat bangga pada perjuangan Chelsea. Dia yakin timnya memang layak menjadi juara setelah perjuangan maksimal mereka sepanjang musim ini bukan hanya usaha Giroud tapi kerjasama tim. Selama membela Arsenal, dia sulit meraih trofi. Setelah dua tahun bersama Chelsea, ini adalah trofi kedua Giroud.

“Saya sangat bangga, tim ini layak menjuarai sesuatu. Gelar ini spesial bagi saya, saya bahagia untuk klub ini. Ini merupakan trofi kedua saya dalam dua tahun,” tandasnya. Kekalahan Arsenal ini merupakan pukulan besar bagi pasukan Unai Emery. Setelah gagal mengamankan empat besar Premier League, mereka kembali gagal menjuarai Liga Europa. Artinya, harapan bermain di Liga Champions sudah musnah dan Arsena hanya bisa mengelus dada, dan Arsenal harus puas dengan Liga Europa yang masih bisa di kejarnya dengan maksimal pada musim depan.