MU Bersedia Bertanggung Jawab Akan Resiko Besar Jika Mendatangkan Gareth Bale, Kira-kira Apa Resikonya

MU Bersedia Bertanggung Jawab Akan Resiko Besar Jika Mendatangkan Gareth Bale, Kira-kira Apa Resikonya?

Rene Meulensteen menyambut positif berita yang sedang dibicarakan banyak orang dan banyak agen poker online tentang kedekatan Manchester United dengan pemain Real Madrid, Gareth Bale. Namun, mantan staf pelatih klub berjuluk The Red Devils tersebut nyatanya bersedia tanggung jawab karena melihat adanya resiko besar yang harus diselesaikan danĀ  jika Bale benar didatangkan. Kami akan membahas soal ini.

Berita yang sedang beredar cukup heboh yakni mengenai kepergian Bale dari Santiago Bernabeu sedang gencar diberitakan belakangan ini. Terlebih setelah pemain asal Wales berusia 29 tahun tersebut tidak berhasil diturunkan oleh sang pelatih, Zinedine Zidane, dalam tiga laga terakhir di La Liga.

Tidak terlepas dari itu, dibalik semua itu ada banyak harapan yang diprioritaskan di pundak pemain berumur 29 tahun tersebut. Publik beranggapan bahwa Bale adalah sosok yang tepat untuk mengisi kekosongan lini serang Real Madrid pasca ditinggal Cristiano Ronaldo baru saja pada 2018 tahun lalu.

Anggapan itu cukup beralasan, terlebih jika melihat sejarah catatan yang di peroleh 21 golnya di semua kompetisi pada musim lalu. Padahal pada saat itu, karena Zinedine Zidane juga Bale lebih banyak diturunkan sebagai pemain pengganti.

Namun sangat di sayangkan, ia gagal memberikan kepercayaan tersebut. Setelah Ronaldo pergi, Bale justru sangat menurun kualitasnya dan hanya mampu mengoleksi 14 gol dari 42 penampilan. Untuk itu sampai akhirnya Zidane membuat catatan baru untuk pemain lain dengan tujuan mengisi posisinya di sektor depan.

Mempunyai Tanggung Jawab Besar

Dan nanti pada musim panas ini, Bale terus diberitakan akan dikeluarkan dari Real Madrid. Dan Manchester United diberitakan akan bertanggung jawab untuk membawanya dari Santiago Bernabeu namun masih dengan status pinjaman.

Dan kabarnya berita tersebut mendapatkan respon positif dari Meulensteen, yang pernah menjadi bagian Manchester United mulai dari tahun 2007 hingga 2013. Meskipun demikian, pasti hal tersebut tidak luput dari resiko dan tanggung jawab besar yang harus diselesaikan dari mantan klubnya itu jika memilih untuk mempertaruhkan sejumlah uang dengan Bale.

“Anda berbicara soal pemain dengan profil besar, tapi apakah Gareth Bale masih dalam kondisi terbaiknya? tutur Meulensteen kepada talkSPORT. “Kami semua tahu dia punya masalah dengan cedera, jadi kepindahan seperti ini selalu ada resikonya,” sambungnya.

Bisa Jadi Aset Terbaik

Tapi Meulensteen mempunyai kepercaya bahwa Bale, dalam kondisi terbaiknya, bisa menjadi pemain dengan peran yang penting dan juga sekaligus menjadi aset penting bagi Manchester United. Kecepatan, tenaga, serta beberapa kemampuan uniknya yang dinilai bisa memberikan bantuan besar kepada skuat asuhan Ole Gunnar Solskjaer tersebut. Dan dengan adanya Bale bisa tertolong.

“Di sisi lain, Gareth Bale dalam kondisi terbaiknya adalah aset yang sangat bagus untuk Manchester United,” tambahnya.

“Dia memberikan kekuatan, kecepatan dan bisa menciptakan serta mencetak gol. Sedikit sulit untuk menentukan di mana Bale pada saat ini,” tandasnya. Pada dasarnya perjalanan Manchester United sendiri di bursa transfer ini telah dimulai. Di beberapa kesempatan waktu lalu, klub raksasa Inggris itu mengumumkan pada khalayak ramai bahwa ada nama Daniel James sebagai rekrutan pertamanya.

Jadi Bintang di Liverpool, Namun Alisson Belum Tentu Terpilih Jadi Kiper Utama Di Brasil

Jadi Bintang di Liverpool, Namun Alisson Belum Tentu Terpilih Jadi Kiper Utama Di Brasil

Pelatih kiper timnas Brasil, Claudio Taffarel akhirnya memberikan sedikit petunjuk soal kiper utama Brasil di Copa America mendatang. Dia mengakui Brasil punya dua opsi pemain hebat yaitu nama Alisson Becker dan Ederson Moraes, namun mereka harus memilih satu yang terbaik di antara yang hebat tidak bisa di pilih dua-duanya.

Persaingan Alisson dan Ederson menjadi sorotan yang sedang ramai di bicarakan di Premier League musim ini. Keduanya berperan penting bagi tim mereka masing-masing. Alisson membantu mendongkrak kualitas pertahanan Liverpool, sedangkan Ederson tetap menunjukkan dengan tampil sama baiknya bersama Manchester City.

Persaingan itu ternyata berlanjut sampai ke timnas Brasil. Pada Piala Dunia 2018 lalu, Alisson yang terpilih jadi kiper nomor satu. Namun, Taffarel tidak menjamin posisi itu aman. Hal yang bisa saja terjadi Ederson bisa menggusur Alisson.

“Mereka berdua bermain di liga yang sama. Kedua tim [Liverpool dan Manchester City] berada di level yang sam. Alisson punya sejarah sebagai kiper utama tim nasional untuk waktu yang lama,” ujar Taffarel kepada Sky Sports.

“Mungkin hal itu bisa menjadi pertimbangan tetapi tidak akan jadi penentu. Saya melihat perkembangan besar Ederson bersama tim nasional.”

Baik Alisson maupun Ederson sama-sama tipe kiper modern dengan kemampuan yang mereka punya. Mereka tidak sekadar menjaga gawang, tetapi juga terlibat dalam permainan. Ederson sudah membuat bukti saat memainkan peran itu dengan sangat baik di Man City.

Kemampuannya saat menggiring bola mereka di akui bagus dan mempunyai kelincahan yang di akui, dan juga berani memainkan umpan-umpan pendek. Keputusan apa pun yang diambil Brasil nantinya, keduanya dapat di pastikan memberikan kemampuan terbaik mereka.

Sementara itu, Alisson sedikit unggul karena bakal bermain di final Liga Champions, pada hari minggu tanggal 2 juni 2019 tepatnya besok dini hari WIB yang akan datang.

Final Menarik Dan Menantang

Taffarel mengaku seluruh personil timnas Brasil sudah menantikan aksi Alisson di final Liga Champions mendatang. Alisson diharapkan bisa mengambil peran penting pada laga yang akan datang yaitu tim Tottenham vs Liverpool yang diyakini bakal berjalan ketat.

“Kami semua di sini bakal menonton dan berharap dia [Alisson] menjalani pertandingan yang bagus, penyelamatan bagus, bahwa dia bisa membantu timnya,” lanjut Taffarel.

“Itu bakal jadi final yang menarik, kedua tim layak berada di sana. Tottenham merupakan tim yang tidak pernah menyerah. Saya kira final Liga Champions bakal jadi ajang yang hebat dan seru, saya akan sangat grogi untuk Alisson,” pungkasnya.

Setelah final Liga Champions Tottenham vs Liverpool itu, Alisson dipastikan akan pulang ke tempat asalnya yaitu Brasil untuk membantu negaranya di Copa America. Brasil sebagai tuan rumah bakal membuka ajang dengan laga melawan Bolivia pada 15 Juni yang akan datang nanti.

Sumber : Agen Bola Terpercaya di Indonesia bet789inc.com

Setelah Arsenal Gagal Jadi Juara Liga Europa, Unai Emery Menyesali Awal Gol Pertama Yang Diperoleh Chelsea

Setelah Arsenal Gagal Jadi Juara Liga Europa, Unai Emery Menyesali Awal Gol Pertama Yang Diperoleh Chelsea

Unai Emery tidak bisa menutupi kenyataan setelah Arsenal mendapat tonjokkan saat di liga europa melawan Chelsea baru-baru ini dengan perolehan skor 1-4 yang dilaksanakan pada hari kamis tanggal 30 mei 2019 WIB. Pada laga yang digelar di Baku Olympic Stadium, Azerbaijan tersebut, The Gunners tak berdaya saat menghadapi gebrakan serangan The Blues di awal babak kedua.

Pertandingan sempat terkunci dengan perolehan yang seimbang pada babak pertama. Kedua tim bermain hati-hati dan waspada untuk tidak lengah dalam membongkar pertahanan lawan. Walaupun berbagai cara sudah dilakukan, laga berubah sangat cepat di babak kedua, Chelsea menggebrak di awal laga dan mencetak empat gol.

Kekalahannya pada lag ini merupakan pukulan besar bagi Arsenal. Liga Europa merupakan satu-satunya opsi tersisa untuk kembali ke Liga Champions pada musim depan, dan mereka gagal mewujudkannya. Artinya, The Gunners harus puas dengan Liga Europa musim mendatang.

Emery angkat bicara dan mengakui bahwa pertandingan itu sulit, dan Emery tetap sportif diapun tidak segan memberikan ucapan selamat pada Chelsea.

Gol Kedua

Menurut Emery, pertandingan berubah ketika Chelsea mencetak dua gol pada waktu ke 15 menit setelah babak kedua dimulai. Olivier Giroud membuka keunggulan di menit ke-49, tidak mau kalah dengan pemain usia 31 tahun yaitu Pedro Rodriguez dengan menggandakannya di menit ke-60. Setelah dua perolehan gol itu, permainan Arsenal langsung down dan sudah tidak ada harapan.

“Pertama-tama, selamat untuk Chelsea. Di babak pertama, saya kira kami bermain dengan tantangan yang bagus untuk mendapatkan hasil positif. Gol pertama mengubah segalanya, dan kami berusaha tetap bertahan dalam pertandingan serta mencari gol,” buka Emery di laman resmi UEFA.

“Gol kedua sulit bagi kami. Segala hal berjalan lebih baik untuk mereka di babak kedua dan kami ingin melakukan sesuatu tetapi kami gagal mencetak gol.”

Layak Menang

Emery tahu dia tidak bisa mengubah hasil akhir, tetapi dia tetap menghargai usaha pemain Arsenal karena telah memberikan yang terbaik. Mereka tampil sempurna sampai gol pertama Chelsea yang mengecokkan konsentrasi dan ketenangan para pemain.

“Hasil akhirnya demikian. Mungkin kami layak mendapatkan yang lebih baik dalam pertandingan tetapi kami gagal mendapatkannya,” tutupnya.

Bagaimanapun, musim ini adalah musim pertama Emery. Walaupun ia belum bisa dikatakan sukses, namun ia sudah mampu membawa Arsenal mencapai final Liga Europa. Namun saja memang perkembangan Arsenal membawa hasil, hanya sedikit lambat.

Setelah laga Chelsea vs Arsenal kemarin, tugas besar sudah menanti Emery musim depan. Dia wajib memenuhi dan mengejar target utama klub yaitu untuk kembali ke Liga Champions. Bursa transfer kali ini akan sangat menentukan bagaimana kerja keras Emery. Hal ini juga akan membuat para pemain judi online lebih tertantang dengan adanya banyak perubahan di bursa transfer.

Matthijs De Ligt Membuat PSG Mundur Untuk Memboyongnya, Kira-Kira Karena Apa

Matthijs De Ligt Membuat PSG Mundur Untuk Memboyongnya, Kira-Kira Karena Apa?

Recana kepindahan pemain muda berusia 19 tahun, Matthijs De Ligt baru-baru ini cukup membuat banyak berita ramai karena ia mempunyai tujuan ke Juventus. Yang kabarnya rencana tersebut semakin mulus. Sesudah kabarnya Barcelona, kini PSG juga menyatakan bahwa mereka telah mundur dari perburuan tanda tangan pemain muda bertalenta Ajax Amsterdam tersebut.

Wajar saja terjadi bila De Ligt menjadi buruan utama tiga klub raksasa Eropa tersebut pada musim panas ini. Sebab diyakini potensi yang dimiliki pemain berdarah Belanda itu terbilang sangat besar melihat usianya juga yang masih muda.

Namun dana yang harus dikeluarkan hanya untuk mendapatkan tanda tangannya sangatlah besar dan tidak murah. Diketahui bahwa Mino Raiola mematok gaji sebesar 12 juta euro bagi klub yang tertarik menggunakan jasanya di musim depan.

Barcelona, yang sempat dikabarkan berada di posisi terdepan, akhirnya mundur begitu mengetahui uang yang harus mereka korbankan. Kini PSG pun turut menarik diri dari perburuan PSG juga karena tidak bisa menuntaskan soal finansial tersebut. Dan kabarnya Juventus pun saat ini bebas melaju untuk mendapatkannya.

“Tidak, De Ligt takkan datang ke PSG,” tutur Leonardo kepada Le Parisien. “Kemungkinan itu ada, dia adalah pemain yang tangguh, tetapi ini bukanlah saatnya untuk melakukan investasi besar-besaran,” sambungnya.

Leonardo juga memperlihatkan bahwa PSG sudah lebih bijak dalam membelanjakan uangnya yang melimpah. “Kami harus sedikit tenang, karena kami tidak ingin mengeluarkan uang 200 juta euro secara sia-sia,” lanjutnya.

Bantah Incar Koulibaly

Sebagai alternatif De Ligt, PSG dikabarkan ingin membajak Kalidou Koulibaly dari Napoli. Pemain berkewarganegaraan Senegal tersebut tidak hanya diminati PSG namun ia juga tengah diincar Manchester United dan diyakini takkan dilepas dengan harga murah.

Leonardo kembali menampik kabar tersebut. Dan lagi-lagi, mantan direktur AC Milan tersebut menunjukkan bahwa Les Parisiens sudah jauh berubah dan tidak akan mengalirkan uang berlebih tanpa persiapan yang matang. Ia akan memikirkan kembali agar tidak menyesal di kemudian hari.

“Untuk Kalidou Koulibaly, dia juga adalah pemain yang sangat mahal. Tidak ada rencana yang spesifik untuk bek Napoli itu pada saat ini,” tandasnya.

Napoli dirumorkan mematok harga 90 juta euro bagi klub yang tertarik untuk mendapatkan Koulibaly pada musim panas ini. Hal itu diyakini membuat MU harus mengalami hal kelabilan. Sebab incaran lainnya, Harry Maguire, juga dipatok dengan nilai yang hampir sama oleh klubnya Leicester City. Soal finansial memang cukup sensitif karena bisa merubah semua keputusan ya.

Ada Syarat Dari PSG Bisa Menerima Perginya Neymar Ke Klub Lain, Apakah Itu

Ada Syarat Dari PSG Bisa Menerima Perginya Neymar Ke Klub Lain, Apakah Itu?

Berita yang baru saja datang dari klub kaya raya Prancis, PSG melalui direktur olahraga mereka angkat bicara, Leonardo yang menyatakan bahwa pemain berusia 27 tahun, Neymar bisa pergi ke klub lain pada musim panas ini jika ada tawaran yang sudah di tentukan demikian sesuai dengan yang PSG inginkan.

Belakangan gosip kepulangan Neymar ke Barcelona memang makin gencar berhembus. Pemain berdarah Brasil itu kabarnya sudah tak betah berada di Paris dan ingin kembali ke klub lamanya. Ternyata ia belum juga move on dari mantan klubnya ya.

Berita terbarunya yaitu Neymar membuat ulah dengan tak hadir di markas klub untuk memulai persiapan pramusim yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 8 Juli 2019, menurut dan sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati.

Neymar sendiri lewat sang ayah sudah menegaskan bahwa ia mangkir dari kembali ke PSG karena harus menjalani acara amal yang sudah disepakati sejak setahun lalu.

Leonardo selaku direktur mengakui bahwa Neymar memang ingin hengkang. Pria asal Brasil itu menegaskan bahwa PSG tidak akan menghalang-halangi kepergian Neymar, asal ada harga yang mereka sepakati. Rupanya soal finansial lagi yang menjadi syarat PSG bisa melepas Neymar.

“Neymar bisa pergi dari PSG, jika ada tawaran yang sesuai untuk semua pihak. Namun hingga saat ini, kami tak tahu apakah ada yang ingin membeli dia atau dengan harga berapa. Semuanya tak bisa terselesaikan dalam sehari, itu yang pasti,” ujar Leonardo kepada Le Parisien.

“Sudah jelas bagi semuanya [bahwa Neymar ingin pergi], tapi dalam sepak bola, Anda mengatakan satu hal hari ini dan besok berbeda. Memang luar biasa tapi seperti itulah adanya,” imbuh Leonardo.

“Kami juga berbicara dengan perwakilannya. Semuanya tahu segalanya. Posisinya sudah jelas untuk semua partisipan. Namun satu hal yang pasti hari ini: dia masih memiliki kontrak selama tiga tahun bersama kami dan karena kami tak menerima tawaran, maka kami tak bisa berbicara apa pun,” tukasnya.

Negosiasi Dari Barcelona

Leonardo mengakui bahwa pihaknya sempat membicarakan soal Neymar dengan mantan klubnya, Barcelona yang muncul di beritakan banyak media yang akan menjadi tempat tujuan Neymar selanjutnya. Apakah benar?

“Kami tak menerima tawaran apa pun. Namun memang benar bahwa kami menjalin kontak tipis-tipis [dengan Barcelona]. Mereka mengatakan bahwa mereka ingin membeli tapi kami bukan penjual,” tutur Leonardo.

“[Josep Maria] Bartomeu lah uang mengatakannya, tapi kami tak melihat bahwa Barcelona benar-benar ada dalam posisi sebagai pembeli,” tandasnya.

Soal Penilaian Tingkah Neymar

Lebih lanjut lagi, Leonardo juga mengomentari masalah tidak kembalinya Neymar ke PSG usai menjalani liburan. Leonardo mengatakan bahwa pihaknya akan mempelajari masalah ini. Dan mencari tahu mengapa hal tersebut bisa terjadi pada Neymar.

“Dia membuat komitmen terhadap institusinya dan sponsor, tapi hal tersebut tak disetujui klub. Namun demikian, dia memainkan laga terakhirnya pada 6 Juni. Liburan sampai 8 Juli dan dia tak datang,” ucap Leonardo.

“Saya tak tahu [apakah Neymar akan kembali]. Satu-satunya hal yang saya ketahui adalah dia tak hadir pada waktu yang sudah dijadwalkan, pada hari Senin tanggal 8 Juli 2019,” tutupnya.

Belum Selesai Soal Romelu Lukaku, Inter Milan Sudah Punya Incaran Pemain MU Yang Lainnya

Belum Selesai Soal Romelu Lukaku, Inter Milan Sudah Punya Incaran Pemain MU Yang Lainnya

Klub Serie A, Inter Milan, dikabarkan baru-baru ini kembali mengincar pemain Manchester United lagi di musim panas ini. Selain kabarnya Romelu Lukaku. Kali ini, Nerrazurri tertarik untuk memboyong pemain berusia 30 tahun, Nemanja Matic dari Old Trafford.

Pada musim panas ini, Inter Milan memang ramai diberitakan akan memboyong salah satu pemain MU. Ia adalah Romelu Lukaku yang kabarnya sedang tidak jelas di MU. Dan ia menjadi buruan utama Antonio Contedi musim panas ini.

Namun sejauh ini transfer Lukaku ke Inter masih jauh dari kata selesai. Kubu Inter diberitakan masih kesulitan menebus mahar transfer sang pemain yang mencapai angka 75 juta pounds.

Belum selesai dengan Lukaku, Inter dikabarkan kembali ingin membidik pemain United lagi. Dilansir dari ESPN, Inter Milan kini mengincar jasa Nemanja Matic pemain berdarah Serbia dari skuat Setan Merah.

Perburuan Matic ini merupakan permintaan Conte. Sang pelatih merasa ia tidak memiliki gelandang bertahan yang bagus, sehingga ia ingin membeli satu pemain top untuk posisi tersebut.

Matic disebut menjadi preferensi utama Conte. Conte tahu betul kualitas gelandang ini, di mana Matic membantunya memenangkan gelar Premier League di Chelsea.

Untuk itu Conte sudah meminta manajemen Inter untuk memulai proses negosiasi dengan United untuk transfer sang gelandang. Dan kabarnya rencananya kali ini ia begitu yakin ingin memboyong pria berusia 30 tahun tersebut.

Tawaran Perdana

Menurut laporan tersebut, Inter Milan akan menggunakan skema tukar tambah untuk mendatangkan Matic di musim panas ini.

Mereka akan menawarkan Radja Nainggolan kepada Manchester United. Selain itu mereka juga dikabarkan menambahkan dana sebesar 10 juta pounds untuk sang pemain.

Conte sengaja menawarkan Nainggolan karena ia merasa gelandang Belgia itu tidak cocok dengan skema yang akan ia terapkan musim depan dan mereka pun berani menambah total keuangan untuk sang pemain.

Christian Eriksen Pindah Ke Real Madrid, Dinilai Hanya Jadi Pelapis Saja Dan Sia-Sia

Christian Eriksen Pindah Ke Real Madrid, Dinilai Hanya Jadi Pelapis Saja Dan Sia-Sia

Sebuah baru-baru ini menjadi peringatan Pascal Chimbonda terkait rumor kepindahan pemain berwajah ganteng berusia 27 tahun, Christian Eriksen ke Real Madrid. Chimbonda percaya bahwa sang pemain hanya akan menjadi pelapis di skuat El Real musim depan.

Semenjak mulainya ia bergabung ke Tottenham pada tahun 2014 lima tahun yang lalu, Eriksen pribadi sudah mencuri perhatian publik. Ia menjelma menjadi salah satu playmaker terbaik di Premier League dalam beberapa tahun terakhir.

Karena pada dasarnya batas kontrak sang pemain akan habis di Tottenham pada musim panas tahun 2020 tepatnya. Namun sejauh ini kabarnya ia menolak untuk memperpanjang masa baktinya di London Utara karena ia dikabarkan ingin pindah ke Real Madrid. Pada dasarnya ia sudah tertarik dengan Real Madrid dan kabar ini sudah tersebar di media.

Namun Chimbonda menilai Eriksen akan sia-sia akhirnya jika memilih pindah ke Real Madrid. Dan ia merasakan keraguan akan Eriksen. “Semua memang tergantung pada Tottenham, dan Eriksen memang sangat ingin meninggalkan klub di musim panas ini,” ujar Chimbonda kepada Sportingbet.

“Eriksen tidak akan bermain di tim utama Real Madrid, namun itu harga yang harus ia bayarkan untuk memenangkan gelar juara.”

“Real Madird memiliki terlalu banyak pemain kelas dunia pada diri Hazard, Modric dan Kroos, yang akan selalu mengunggulinya dalam daftar susunan pemain.”

“Madrid adalah klub yang besar dan tidak ada ruang sedikitpun bagi seorang pemain untuk bersantai. Jika Eriksen berada dalam performa yang apik, akan ada pemain lain yang menunggu performanya menurun dan merebut posisinya itu, di mana ia tidak pernah mengalami hal itu di Tottenham.”

Tetap Didukung

Meski pun menyebut dan menilai jika Eriksen bakal kesulitan di Real Madrid, Chimbonda tetap mendukung sang playmaker bermain di skuat Los Blancos.

Chimbonda menilai sudah saatnya Eriksen meningkatkan permainannya dengan bergabung dengan tim sekelas Madrid. Dan ia yakin ketika ia Eriksen bergabung ini akan menjadikan pelajaran dan pengalaman yang berharga untuknya.

“Ini akan menjadi langkah yang besar dan ia harus mengambil langkah ini. Ia sudah membuktikan bahwa ia bisa seorang diri memenangkan pertandingan, dan saya yakin ia mampu melakukan hal yang sama di Madrid.” tandasnya.

Pelatih Baru Juventus, Pjanic Adalah Pemain Yang Hebat!

Pelatih Baru Juventus, Pjanic Adalah Pemain Yang Hebat!

Gelandang Juventus, Miralem Pjanic, angkat suara pada khalayak ramai soal terkait sejumlah nama yang disebut akan jadi pelatih baru timnya. Pemain berusia 29 tahun ini punya percaya diri yang tinggi ia yakin bahwa Juventus pasti akan menunjuk dan memasukkan list nama pelatih yang hebat.

Juventus saat ini masih belum punya pelatih tetap. Kondisi ini terjadi setelah Si Nyonya Tua saat mengakhiri kerja sama dengan Massimiliano Allegri yang sebelumnya bertahan dan bisa berjalan selama lima tahun lamanya.

Dan kami akan menjelaskan beberapa nama dimana nama-nama ini akan menjadi pelatih baru Juventus. Namun, sekarang sudah muncul dan keluar pada satu nama yakni Maurizio Sarri. Walaupun sejauh ini belum ada pengumuman resmi dari kedua belah pihak.

Miralem Pjanic tidak merasakan perasaan yang khawatir dengan siapa yang akan menjadi pelatih baru Juventus. Karena, Pjanic mempunyai keyakinan bahwa klub akan menunjuk seorang manajer yang hebat dan tidak main-main dalam melatih.

“Kami sama sekali tidak khawatir, Juventus akan kuat seperti biasa. Saya ulangi, saya tidak merasa khawatir dengan Juventus. Mereka akan segera mengumumkan pelatih baru dalam waktu dekat,” ucap Miralem Pjanic dikutip dari Goal International.

“Seperti yang dikatakan oleh semua orang, pelatih baru kami sudah pasti adalah orang yang hebat. Itu sudah pasti,” tegas pemain berusia 29 tahun tersebut.

Kapan Umumkan Maurizio Sarri?

Nama Maurizio Sarri muncul dan di sebut akan jadi pelatih baru Juventus pada tahun 2019/2020. Juventus dikabarkan sudah cukup lama mempunyai keterikatan diam-diam dengan pelatih yang masih punya kontrak dengan Chelsea tersebut.

Presiden Juventus, Andrea Agnelli, bahkan harus turun tangan secara langsung untuk menyelesaikan segera negosiasi dengan Maurizio Sarri. Hasilnya sampai saat inipun positif. Dan Sarri pun di kabarkan sudah menerima tawaran yang diajukan oleh pihak Juventus.

Namun yang masih menjadi masalahnya,  dan ini harus di selesaikan Sarri kasih masih punya dan terikat dengan kontrak klub Chelsea sampai tahun 2021 yang akan datang. Tanggapan The Blues sendiri tidak merasa keberatan untuk melepas Sarri, namun adanya permintaan mereka ingin lebih dulu mendapatkan manajer baru sebelum melepas Sarri.

Beberapa waktu lalu sempat di kabarkan bahwa Juventus sudah menyampaikan pada khalayak umum tentang Maurizio Sarri sebagai pelatih baru pada hari Senin tanggal 10 mei 2019 kemarin. Namun, sampai saat ini belum ada lagi pengumuman apa pun dari pihak klub asal Turin bagaimana kelanjutannya, kita tunggu saja ya.

Akibat Yang Dilakukan Sarri, Chelsea Ragu Memperhatikan Mateo Kovacic Lagi

Akibat Yang Dilakukan Sarri, Chelsea Ragu Memperhatikan Mateo Kovacic Lagi

Chelsea mulai bersiap untuk merubah rencana transfer mereka apabila Maurizio Sarri benar-benar sudah fix meninggalkan ke Juventus. The Blues tahu bahwa mereka harus menentukan pelatih anyar terlebih dahulu sebelum mengantar pulang pemain pinjamannya yaitu Mateo Kovacic.

Juve mengatakan ia akan mengumumkan Sarri sebagai pelatih anyar mereka dalam beberapa hari ke depan. Chelsea pun  tidak merasa keberatan jika harus berpisah dengan Sarri meski dia telah berjuang untuk mempersembahkan trofi Liga Europa dan finis di peringkat ketiga Premier League. Namun ini tidak membuat Chelsea harus bersedih hati karena kehilangan Sarri.

Seperti yang di lihat sekarang ini Chelsea sedang mengalami masa cukup sulit. Masalah yang pertama, yaitu mereka sedang berusaha mengajukan banding atas hukuman larangan transfer. Yang kedua, mereka sudah mengalami kehilangan Eden Hazard. Dan ketiga, posisi pelatih masih belum pasti.

Kutipan dari Metro, saat ini Chelsea harus sudah mulai membuat keputusan dengan cepat dan besar karena dengan adanya keputusan ini bisa memengaruhi dan memecahkan tiga persoalan tersebut. Masa depan Sarri yang paling penting dan benar-benar difikirkan, karena pelatih mulai akan menentukan segalanya dalam tim.

Sebelumnya, jika dulu Sarri memutuskan untuk bertahan, maka Chelsea siap mendukung rencananya dengan mempertahankan Kovacic. Chelsea percaya hukuman larangan transfer itu tidak berlaku pada pemain yang sudah dipinjam seperti kasus yang sama di alami oleh Kovacic.

Namun, sekarang situasinya suda berbeda akibat kepergian Sarri yang tidak bisa dirayu lagi, dan akhirnya pimpinan Chelsea berfikir ulang dan mengubah keputusan mereka. Dan kabarnya yang beredar, Chelsea masih mengalami keraguan untuk mempertahankan Kovacic karena cemas kemampuannya sebagai pelatih nanti tidak cocok dengannya, dan ini menjadi keputusan yang belum pasti.

Alhasil, nasib Kovacic untuk sementara digantung dan belum pasti sampai Chelsea menunjuk dan memberikan opsi untuk yang lain sebagai pengganti Sarri.

Peran Kovacic

Kovacic merupakan salah satu pemain penting dalam skema permainan Sarri. Walaupun di lihat belum mempersembahkan gol dan hanya menciptakan dua assists saja, namun di sisi lain Kovacic termasuk salah satu pemain yang paling memahami taktik Sarriball, yang belum tentu pemain lain kuasai.

Namun sangat di sayangnya, Chelsea tidak menuliskan klausul pembelian ketika meminjam Kovacic dari Real Madrid. Dan saat sudah lebih duluLos Blancos memasang harga 50 juta poundsterling untuk Kovacic, dan ada juga Inter Milan merupakan salah satu klub yang berminat untuk membawa Kovacic.

Dan ini merupakan salah satu sebabnya karena harga jual itulah yang membuat Chelsea keberatan. Chelsea klub yang tidak mau mengambil risiko menerima pemain yang mungkin tidak akan cocok dengan gaya bermain pelatih baru nanti. Tapi sebenarnya jika tidak di coba kapan mau mengetahuinya mungkin saja akan jauh lebih baik. Namun ternyata hal yang tidak disangka, Chelsea lebih senang memaksimalkan dan fokus dengan pilihan beberapa opsi yang tersedia di lini tengah. Contohnya seperti mengembangkan kemampuan Mason Mount dan beberapa pemain muda lainnya yang memang masih bisa di asa jadi lebih baik lagi untuk kemajuan klub.

Sudah Sah Antonio Conte Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Inter Milan

Sudah Sah Antonio Conte Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Inter Milan

Berita yang beredar soal pelatih anyar Inter Milan akhirnya sudah terjawab di khalayak umum. Setelah sudah mengakhiri dengan memecat Luciano Spalletti pada hari kamis tanggal 30 mei 2019 WIB kemarin, kini Inter menunjuk Antonio Conte sebagai pelatih baru mereka. Pengumuman ini menjawab rumor yang beredar beberapa pekan terakhir.

Posisi Spalletti sudah tidak aman sejak pertengahan musim ini. Dia sempat meningkatkan performa kekuatan Inter di awal musim, namun sangat di sayangkan merosotnya performa ketika musim berjalan sudah setengah, dan akhirnya sampai membuatnya memburuk yang terjadi di akhir musim ini.

Spalletti sebenarnya telah berhasil membawa Inter mengamankan satu spot di Liga Champions musim depan. Namun, Inter tampaknya sudah tidak bisa memberikan kepercayaannya pada mantan pelatih AS Roma itu.

Rumor Conte sebagai pengganti sudah tersebar luas beberapa bulan terakhir, dan semakin kuat beritanya sepekan ini. Tidak ada asap jika tidak ada api, rumor yang dikabarkan itu ternyata terbukti. Melalui akun media sosial resmi @Inter_en, Conte diumumkan sebagai bos baru Nerazzurri.

Conte dikenal dengan gaya sepak bola khas Italia. Dia gemar memainkan formasi tiga bek dengan pemain sayap yang bisa bergerak cepat saat menyerang dan bertahan. Dan ini salah satu gaya yang tidak banyak pemain lain bisa tiru.

Walaupun seperti itu, setelah menganggur selama satu tahun, bukan tidak mungkin Conte telah menganalisis ide-ide gaya sepak bola lainnya. Bagaimanapun, Conte punya hubungan baik dengan trofi. Dan Inter siap dan yakin akan menjadi juara.

Lalu bagaimana perubahan Inter setelah di tangan Conte nanti?

Syarat Yang Harus Dipenuhi Conte

Beberapa pekan lalu, Conte disebut telah mengajukan beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum menerima tawaran Inter. Dia minta dibelikan beberapa pemain, dua pilihan yang masuk antaranya Romelu Lukaku dan Victor Moses.

Dapat berita dan dikabarkan, Conte menyukai gaya bermain Moses karena pernah mengatasinya di Chelsea. Salah satu perubahan Moses di era Conte adalah bagaimana permainnya sebagai penyerang sayap yang berubah jadi wingback sesuai perintah Conte dan ia sanggup memenuhi perintahnya.

Perubahan membuat kaget karena dengan cepatnya bisa di ikuti. Moses jadi salah satu pemain terbaik Chelsea ketika mereka menjuarai Premier League di tahun 2017. Sebab itu, Conte terteantang dan tertarik untuk bekerja sama dengan Moses lagi di Inter Milan.

Tak hanya Moses, Romelu Lukaku dengan usianya 26 tahun ini juga menjadi target utama. Sebelumnya, Conte dikabarkan sudah pernah mengincar Lukaku ketika masih menangani Chelsea. Dia bahkan pernah bertarung dengan The Blues karena gagal mendapatkan Lukaku dari Everton, dan akhirnya sang pemain Lukaku justru memilih Manchester United.

Rumor tersebut semakin panas karena di barengin dengan komentar Lukaku beberapa bulan lalu. Dia mengaku selalu bermimpi dan mempunyai keinginan untuk bermain di Serie A suatu saat nanti. Salah satu liga terbaik yang dikaguminya dan banyak pemain juga mau ikut mengambil peran didalam liga tersebut.